Lamborghini Aventador merupakan salah satu supercar paling berpengaruh yang pernah dibuat pabrikan asal Sant’Agata Bolognese, Italia. Diperkenalkan pada 2011 sebagai penerus Lamborghini Murciélago, Aventador membawa mesin V12 baru, struktur monokok serat karbon, penggerak empat roda, serta desain ekstrem yang langsung membuatnya mudah dikenali.
Aventador LP 700 4 menjadi model pertama dalam keluarga tersebut. Lamborghini membekalinya dengan mesin V12 yang ditempatkan di bagian tengah belakang dan menghasilkan tenaga 700 CV. Model ini juga menjadi titik penting bagi pengembangan teknologi Lamborghini karena perusahaan menggunakan struktur serat karbon secara jauh lebih luas dibanding mobil produksi V12 sebelumnya.
Selama sekitar sebelas tahun produksi, Aventador kemudian berkembang melalui berbagai varian, termasuk Roadster, Superveloce, Aventador S, SVJ, hingga LP 780 4 Ultimae. Produksinya akhirnya berakhir pada September 2022 ketika unit Aventador terakhir meninggalkan fasilitas Lamborghini di Sant’Agata Bolognese.
Nama Aventador Berasal dari Seekor Banteng Petarung
Lamborghini mempunyai sejarah panjang menggunakan nama yang berkaitan dengan dunia adu banteng. Aventador mengikuti tradisi tersebut. Nama mobil ini berasal dari seekor banteng bernama Aventador yang bertarung di Zaragoza, Spanyol, pada 1993.
Menurut Lamborghini, banteng tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling berani dalam pertarungannya. Nama Aventador kemudian dipilih untuk menggambarkan karakter supercar V12 yang agresif dan bertenaga.
Penggunaan nama tersebut terasa sesuai ketika melihat bentuk kendaraan. Aventador mempunyai bodi rendah, lebar, serta sejumlah garis tajam yang membuat tampilannya seperti kendaraan eksperimental dibanding mobil jalan raya biasa.
Pintu model gunting juga mempertahankan ciri khas Lamborghini bermesin V12 yang sebelumnya digunakan pada Countach, Diablo, dan Murciélago.
Aventador LP 700 4 Membuka Generasi Baru Lamborghini V12
Ketika diperkenalkan pada 2011, Aventador LP 700 4 bukan sekadar Murciélago dengan desain baru. Lamborghini melakukan perubahan besar pada struktur kendaraan, mesin, transmisi, hingga sistem suspensinya.
Mesin V12 yang digunakan mempunyai konfigurasi 60 derajat dan dikembangkan sendiri oleh Lamborghini. Kapasitasnya sekitar 6,5 liter dengan tenaga maksimum 700 CV. Mesin ditempatkan secara longitudinal di belakang kabin untuk mempertahankan karakter supercar bermesin tengah.
Mesin naturally aspirated menjadi bagian yang membuat Aventador sangat berbeda dari banyak supercar modern. Tenaga diperoleh tanpa menggunakan turbocharger. Putaran mesin tinggi menghasilkan karakter suara yang kemudian menjadi salah satu ciri paling dikenal dari Aventador.
Aventador generasi pertama mampu mencapai kecepatan sekitar 350 kilometer per jam. Akselerasi menuju 100 kilometer per jam juga berada di sekitar tiga detik tergantung versi.
Menurut penulis, suara mesin V12 naturally aspirated menjadi salah satu alasan Aventador memiliki karakter yang sulit digantikan hanya dengan angka tenaga atau kecepatan tertinggi.
Struktur Serat Karbon Membuat Tubuh Aventador Sangat Kaku
Salah satu inovasi terbesar Aventador berada pada bagian yang tidak langsung terlihat dari luar. Lamborghini menggunakan monokok serat karbon sebagai struktur utama kendaraan.
Struktur tersebut memberikan kombinasi kekakuan tinggi dan bobot yang relatif ringan. Lamborghini menyebut modul monokok serat karbon Aventador Coupé memiliki berat sekitar 147,5 kilogram.
Teknologi serat karbon sebenarnya sudah dipelajari Lamborghini bertahun tahun sebelum Aventador muncul. Perusahaan mendirikan pusat pengembangan material komposit pada 2007 setelah sebelumnya melakukan berbagai penelitian terhadap penggunaan material tersebut.
Pada Aventador, serat karbon tidak hanya digunakan sebagai ornamen. Material ini menjadi elemen struktural kendaraan.
Kekakuan struktur penting bagi mobil dengan tenaga sangat besar. Suspensi dapat bekerja lebih presisi karena struktur kendaraan tidak mudah mengalami perubahan bentuk ketika menerima tekanan besar saat menikung atau melakukan pengereman.
Transmisi ISR Membuat Pergantian Gigi Terasa Sangat Agresif
Aventador menggunakan transmisi tujuh percepatan bernama Independent Shifting Rod atau ISR. Sistem ini berbeda dari transmisi dual clutch yang banyak digunakan supercar modern.
Lamborghini memilih transmisi robotized single clutch karena dapat dibuat lebih ringan dan ringkas. Sistem ISR menggunakan mekanisme independen untuk melepas satu gigi sekaligus menyiapkan gigi berikutnya.
Lamborghini menyebut pergantian gigi dapat berlangsung sekitar 50 milidetik dalam kondisi tertentu.
Karakter transmisinya cukup unik. Pada mode berkendara yang lebih santai, perpindahan dapat dibuat lebih halus. Ketika menggunakan pengaturan performa tinggi, perpindahan gigi terasa jauh lebih keras.
Bagi sebagian pengemudi, karakter tersebut dianggap kurang lembut dibanding transmisi dual clutch. Namun justru sensasi mekanis tersebut menjadi salah satu ciri pengalaman mengendarai Aventador.
Penggerak Empat Roda Membantu Menyalurkan Tenaga V12
Menyalurkan lebih dari 700 tenaga kuda menuju permukaan jalan bukan pekerjaan sederhana. Karena itu Aventador menggunakan sistem penggerak empat roda elektronik.
Distribusi tenaga dapat berubah berdasarkan kondisi kendaraan dan mode berkendara. Lamborghini menjelaskan sistem Aventador mampu mengirim hingga sekitar 60 persen torsi menuju roda depan ketika dibutuhkan.
Penggerak empat roda membantu kendaraan mendapatkan traksi saat keluar dari tikungan atau berakselerasi kuat.
Karakter dasarnya tetap diarahkan pada pengalaman supercar dengan mesin belakang dan tenaga besar. Pengemudi masih dapat merasakan perubahan distribusi tenaga ketika menggunakan mode berkendara berbeda.
Teknologi tersebut kemudian terus dikembangkan pada Aventador S, SVJ, dan Ultimae.
Aventador S Membawa Kemudi Empat Roda
Lamborghini memperkenalkan Aventador S sebagai pengembangan besar dari model awal. Tenaga mesin V12 meningkat menjadi 740 CV pada 8.400 rpm. Kecepatan tertinggi tetap berada pada 350 kilometer per jam, sedangkan akselerasi dari kondisi diam menuju 100 kilometer per jam dapat diselesaikan sekitar 2,9 detik.
Perubahan penting Aventador S bukan hanya tambahan tenaga.
Model ini menjadi Lamborghini produksi pertama yang menggunakan sistem kemudi empat roda. Sistem Lamborghini Dynamic Steering bekerja pada roda depan, sementara Lamborghini Rear Wheel Steering mengendalikan roda belakang.
Pada kecepatan rendah, arah roda belakang dapat membantu membuat mobil terasa lebih lincah ketika berbelok. Pada kecepatan tinggi, sistem dirancang untuk meningkatkan stabilitas.
Aventador S juga memperkenalkan mode EGO. Pengemudi dapat melakukan pengaturan individual terhadap sejumlah karakter kendaraan selain menggunakan pilihan Strada, Sport, dan Corsa.
Versi Roadster Membuka Atap Tanpa Kehilangan Mesin V12
Lamborghini juga menawarkan Aventador dalam bentuk Roadster. Model tersebut mempertahankan sebagian besar karakter versi Coupé tetapi memberikan pengalaman mengendarai mobil dengan bagian atap terbuka.
Aventador Roadster tetap menggunakan mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter dengan tenaga 700 CV pada versi awal. Lamborghini mencatat akselerasi menuju 100 kilometer per jam dapat dilakukan sekitar tiga detik.
Bagian atap menggunakan panel yang dapat dilepas. Pada beberapa generasi Aventador Roadster, panel tersebut dibuat dari material ringan agar dapat dipindahkan tanpa membutuhkan mekanisme lipat elektrik yang berat.
Dengan atap terbuka, suara V12 menjadi jauh lebih jelas terdengar di dalam kabin.
Roadster memang membawa sedikit tambahan bobot dibanding Coupé, tetapi Lamborghini tetap mempertahankan struktur serat karbon untuk menjaga kekakuan kendaraan.
Aventador SV Menjadi Versi yang Lebih Ringan dan Agresif
Sebelum SVJ hadir, Lamborghini memperkenalkan Aventador Superveloce atau SV. Nama Superveloce telah digunakan pada sejumlah Lamborghini terdahulu untuk menunjukkan versi yang lebih berorientasi pada performa.
Pada Aventador SV, tenaga V12 ditingkatkan sekaligus bobot kendaraan dikurangi. Beberapa elemen kenyamanan dikurangi dan penggunaan serat karbon diperluas.
Strateginya sederhana. Tenaga lebih besar dipadukan dengan berat lebih rendah agar respons kendaraan semakin tajam.
Aventador SV juga mendapatkan perubahan aerodinamika, suspensi, serta penampilan yang lebih agresif dibanding Aventador standar.
Varian tersebut menjadi jembatan menuju model yang kemudian membawa kemampuan Aventador ke tingkat lebih tinggi, yaitu SVJ.
Aventador SVJ Membawa Mesin V12 hingga 770 CV
Aventador SVJ menjadi salah satu varian paling terkenal dari seluruh keluarga Aventador. Mesin V12 6.498 cc menghasilkan tenaga 770 CV pada 8.500 rpm.
Lamborghini mencatat Aventador SVJ Coupé mampu mencapai 100 kilometer per jam dari kondisi diam dalam sekitar 2,8 detik. Kecepatan maksimumnya berada di atas 350 kilometer per jam.
SVJ juga membawa sistem Aerodinamica Lamborghini Attiva generasi kedua atau ALA 2.0.
Sistem tersebut menggunakan flap aktif yang dapat mengatur aliran udara berdasarkan kebutuhan kendaraan. Ketika membutuhkan tekanan aerodinamika tinggi saat menikung, sistem mengarahkan udara untuk meningkatkan daya tekan. Pada lintasan lurus, konfigurasi dapat berubah untuk mengurangi hambatan.
Lamborghini memproduksi Aventador SVJ Coupé sebanyak 900 unit.
Rekor Nürburgring Membuat SVJ Semakin Terkenal
Nama Aventador SVJ semakin dikenal setelah mencatat waktu sangat cepat di Nürburgring Nordschleife.
Mobil tersebut menyelesaikan lintasan sepanjang sekitar 20,6 kilometer dalam waktu 6 menit 44,97 detik. Ketika catatan tersebut dibuat pada 2018, Lamborghini menyebut SVJ sebagai mobil produksi tercepat yang mengelilingi lintasan tersebut.
Pencapaian itu menunjukkan bahwa SVJ tidak hanya mengandalkan tenaga besar di jalur lurus.
Aerodinamika aktif, kemudi empat roda, penggerak empat roda, suspensi, ban, serta keseimbangan struktur kendaraan bekerja bersama untuk menghasilkan kecepatan tinggi ketika melalui tikungan.
SVJ kemudian memperoleh reputasi khusus di kalangan kolektor karena menggabungkan mesin V12 naturally aspirated dengan teknologi aerodinamika yang sangat serius.
Menurut penulis, SVJ menjadi salah satu Aventador paling menarik karena tidak hanya terlihat ekstrem ketika diparkir, tetapi juga memiliki catatan lintasan yang membuktikan kemampuan teknik di balik desainnya.
SVJ Roadster Membawa Performa Tinggi dengan Atap Terbuka
Lamborghini kemudian menghadirkan Aventador SVJ Roadster. Mesin yang digunakan tetap menghasilkan tenaga 770 CV pada 8.500 rpm.
Versi Roadster mampu mencapai 100 kilometer per jam dalam sekitar 2,9 detik dan mempunyai kecepatan tertinggi lebih dari 350 kilometer per jam.
ALA 2.0 juga tetap digunakan.
Keberadaan teknologi tersebut menunjukkan Lamborghini tidak memperlakukan Roadster hanya sebagai versi Aventador untuk berkendara santai. Kemampuan aerodinamika dan performanya tetap berada sangat dekat dengan Coupé.
Produksi SVJ Roadster dibatasi sebanyak 800 unit. Lamborghini juga membuat SVJ 63 Roadster yang jauh lebih langka dengan hanya 63 unit sebagai penghormatan terhadap tahun berdirinya perusahaan pada 1963.
Keterbatasan jumlah produksi membuat beberapa versi SVJ mempunyai posisi khusus di pasar kolektor.
Aventador Ultimae Menjadi Puncak Mesin V12 Tradisional
Pada 2021, Lamborghini memperkenalkan Aventador LP 780 4 Ultimae. Model ini dirancang sebagai kombinasi karakter Aventador S dengan kemampuan performa yang mendekati SVJ.
Mesin V12 6,5 liternya menghasilkan 780 CV pada 8.500 rpm. Angka tersebut menjadikannya Aventador produksi standar dengan mesin naturally aspirated paling bertenaga.
Versi Coupé mampu mencapai 100 kilometer per jam dalam 2,8 detik dan memiliki kecepatan maksimum 355 kilometer per jam. Untuk mencapai 200 kilometer per jam, Lamborghini mencatat waktu sekitar 8,7 detik.
Bobot kering Coupé sekitar 1.550 kilogram. Struktur serat karbon dan penggunaan berbagai material ringan membantu mempertahankan rasio tenaga terhadap berat yang sangat tinggi.
Lamborghini membatasi produksinya menjadi 350 Coupé dan 250 Roadster.
Unit Aventador Terakhir Diproduksi pada 2022
Perjalanan Aventador berakhir pada September 2022 setelah sekitar sebelas tahun menjadi model V12 utama Lamborghini.
Unit produksi terakhir merupakan Aventador LP 780 4 Ultimae Roadster. Lamborghini menyebutnya sebagai Lamborghini terakhir dengan mesin V12 naturally aspirated murni sebelum perusahaan memasuki era elektrifikasi pada mobil V12 produksinya.
Pencapaiannya juga luar biasa dari sisi penjualan.
Pada September 2020, produksi Aventador telah menembus 10.000 unit. Lamborghini menyebut angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding jumlah gabungan beberapa model V12 sebelumnya yang secara keseluruhan baru sedikit melewati 7.000 unit pada saat perbandingan dibuat.
Lamborghini kemudian menyatakan Aventador sebagai model V12 paling sukses dalam sejarah perusahaan ketika produksinya selesai.
Desain Aventador Tetap Mudah Dikenali Bertahun Tahun Kemudian
Salah satu alasan Aventador tetap terlihat mencolok adalah proporsi bodinya.
Mobil ini sangat rendah dan lebar. Bagian depan menggunakan garis tajam dengan lampu yang memiliki pola khas Lamborghini. Lubang udara besar mendominasi beberapa bagian bodi, sedangkan sisi belakang memperlihatkan mesin serta saluran pendinginan yang mempunyai fungsi penting.
Kabinnya hanya menyediakan dua tempat duduk.
Instrumen pengemudi menggunakan layar TFT yang memberikan tampilan berbeda berdasarkan mode berkendara. Lamborghini sendiri menggambarkan interior Aventador sebagai kombinasi material yang dikerjakan secara tradisional dengan teknologi instrumen digital.
Tombol untuk menyalakan mesin ditempatkan di balik penutup bergaya kokpit pesawat. Detail sederhana tersebut kemudian menjadi salah satu elemen interior Lamborghini modern yang mudah dikenali.
Aventador Kini Masuk Wilayah Supercar Koleksi
Berakhirnya produksi membuat pembeli yang menginginkan Aventador harus melihat pasar mobil bekas atau koleksi.
Lamborghini sendiri masih menyediakan Aventador melalui program kendaraan bekas bersertifikat Selezione Lamborghini. Mobil yang masuk program tersebut harus melewati pemeriksaan sesuai ketentuan pabrikan. Lamborghini menyebut programnya menggunakan hingga 150 pemeriksaan untuk kendaraan yang memenuhi persyaratan usia dan jarak tempuh.
Nilai setiap Aventador bekas dapat berbeda jauh bergantung pada varian, tahun, kilometer, kondisi, spesifikasi Ad Personam, riwayat servis, warna, serta kelangkaannya.
Aventador standar tentu memiliki posisi berbeda dibanding SVJ, SVJ 63 atau Ultimae yang jumlah produksinya jauh lebih sedikit.
Hal lain yang perlu diperhitungkan adalah biaya kepemilikan. Mesin V12 6,5 liter, ban berukuran besar, rem karbon keramik, komponen serat karbon, sistem suspensi khusus, serta kebutuhan servis kendaraan performa tinggi membuat biaya perawatannya tidak dapat disamakan dengan mobil sport biasa.
Bagi kolektor, justru kombinasi teknologi tersebut yang membuat Lamborghini Aventador menarik. Mobil ini menjadi penghubung antara era supercar Lamborghini tradisional dengan generasi baru yang menggunakan sistem elektrifikasi, sekaligus mempertahankan mesin V12 naturally aspirated sebagai pusat pengalaman berkendaranya sampai unit Ultimae terakhir selesai diproduksi di Sant’Agata Bolognese pada 2022.





