McLaren P1 menjadi salah satu hypercar yang mengubah pandangan terhadap teknologi hybrid pada mobil berperforma tinggi. Sistem listriknya tidak hanya ditujukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi juga membantu mesin bensin menghasilkan respons lebih cepat dan tenaga lebih merata.
Mobil ini menggabungkan mesin V8 twin turbo berkapasitas 3,8 liter dengan sebuah motor listrik. Tenaga gabungan mencapai 916 PS atau sekitar 903 bhp, sedangkan torsi maksimum dibatasi pada 900 Nm agar tetap dapat disalurkan secara terkendali menuju roda belakang.
Mesin bensin berkode M838TQ menghasilkan 737 PS dan torsi sekitar 720 Nm. Motor listrik menambahkan 179 PS serta torsi 260 Nm yang tersedia sejak putaran awal. Keduanya bekerja melalui transmisi kopling ganda tujuh percepatan.
P1 diproduksi dalam jumlah 375 unit pada 2013 sampai 2015. Meski usianya telah melewati satu dekade, rancangan sistem penggeraknya masih menarik dipelajari karena McLaren menyatukan teknologi mesin, baterai, aerodinamika, transmisi, dan suspensi dalam satu paket.
M838TQ Dikembangkan Khusus untuk Beban Hypercar
Mesin M838TQ berasal dari keluarga M838T yang digunakan pada McLaren 12C. Namun, unit untuk P1 mengalami perubahan besar agar mampu menghasilkan tenaga lebih tinggi sekaligus bekerja bersama motor listrik.
Huruf Q pada kode tersebut membedakan mesin P1 dari versi lain. Blok, sistem pendinginan, turbocharger, aliran udara, perangkat lunak, dan beberapa bagian internal disesuaikan untuk menghadapi beban yang jauh lebih berat.
Mesin mempunyai kapasitas 3.799 cc dengan delapan silinder yang membentuk sudut 90 derajat. Setiap silinder memiliki empat katup sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 32 katup.
Dua poros bubungan ditempatkan pada masing masing kepala silinder. Sistem Variable Valve Timing mengubah waktu kerja katup berdasarkan putaran, beban, dan permintaan pengemudi.
Susunan poros engkol flat plane membantu mesin merespons lebih cepat dan mencapai putaran tinggi. Konfigurasi ini juga menghasilkan pola gas buang yang sesuai untuk menggerakkan dua turbocharger.
Tenaga maksimum mesin bensin tersedia pada sekitar 7.300 sampai 7.500 rpm. Putaran dapat bergerak lebih tinggi sebelum transmisi melakukan perpindahan, tergantung mode berkendara yang dipilih.
“Keistimewaan mesin P1 bukan sekadar tenaga 737 PS. McLaren merancangnya sebagai satu bagian dari sistem hybrid, sehingga kekurangan alami mesin turbo dapat diisi oleh tenaga listrik.”
Dua Turbocharger Meningkatkan Pasokan Udara
Mesin M838TQ memakai dua turbocharger untuk meningkatkan jumlah udara yang masuk ke ruang bakar. Gas buang memutar turbin, lalu turbin menggerakkan kompresor yang menekan udara menuju mesin.
Setiap turbo menangani aliran gas dari sebagian silinder. Penggunaan dua unit membantu mempercepat respons dibandingkan satu turbo berukuran sangat besar.
Udara yang ditekan mengalami kenaikan temperatur. Intercooler digunakan untuk mendinginkannya sebelum masuk ke silinder. Udara lebih dingin mempunyai kepadatan lebih tinggi sehingga membawa lebih banyak oksigen.
Komputer mesin mengatur tekanan turbo, jumlah bahan bakar, waktu pengapian, posisi throttle, dan bukaan katup. Sistem terus melakukan penyesuaian berdasarkan temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan posisi pedal gas.
Turbocharger mampu menghasilkan tenaga besar dari mesin yang kapasitasnya lebih kecil daripada mesin tanpa turbo dengan keluaran sebanding. Namun, turbo membutuhkan aliran gas buang sebelum menghasilkan tekanan penuh.
Jeda tersebut dikenal sebagai turbo lag. McLaren mengatasinya melalui pengaturan turbo serta bantuan motor listrik yang dapat memberikan torsi seketika.
Motor Listrik Mengisi Kekosongan Torsi
Motor listrik P1 dikembangkan untuk bekerja langsung bersama mesin bensin. Tenaganya mencapai sekitar 132 kW atau 179 PS dengan torsi maksimum 260 Nm.
Torsi motor listrik tersedia sejak putaran sangat rendah. Ketika pengemudi menekan pedal, motor dapat memberi dorongan sebelum turbo mencapai tekanan optimal.
Teknik ini dikenal sebagai torque fill. Sistem mengisi bagian kurva torsi yang belum dapat diberikan mesin bensin sehingga akselerasi terasa lebih langsung.
Motor listrik juga membantu saat transmisi melakukan perpindahan. Ketika aliran tenaga mesin berkurang dalam waktu sangat singkat, tenaga listrik dapat membantu menjaga dorongan.
Pengemudi tidak harus menekan tombol setiap kali membutuhkan bantuan. Komputer akan mengatur kontribusi motor berdasarkan kondisi baterai, posisi pedal, mode kendaraan, dan kebutuhan traksi.
Tenaga listrik dapat digunakan secara otomatis atau melalui Instant Power Assist System. Tombol IPAS pada kemudi memungkinkan pengemudi meminta dukungan tenaga secara langsung.
IPAS Mengambil Inspirasi dari Teknologi Formula 1
Instant Power Assist System merupakan salah satu fitur yang paling sering dikaitkan dengan McLaren P1. Teknologi ini mempunyai tujuan serupa dengan sistem bantuan listrik pada mobil Formula 1.
Ketika tombol IPAS ditekan, energi dari baterai dikirim menuju motor listrik. Tenaga tambahan muncul tanpa menunggu peningkatan putaran mesin atau tekanan turbo.
Fungsi tersebut berguna ketika mobil keluar dari tikungan, menyalip, atau memasuki jalan lurus. Pengemudi dapat mengatur waktu penggunaannya sesuai kapasitas baterai dan kondisi lintasan.
IPAS tidak hanya menambahkan angka tenaga. Respons instan mengubah cara mesin terasa ketika pedal gas diinjak, terutama pada wilayah putaran menengah.
P1 menghasilkan tenaga gabungan 916 PS ketika mesin dan motor bekerja bersama. Torsi sistem mencapai 900 Nm dalam rentang yang luas.
Pembatasan torsi dilakukan untuk melindungi transmisi, ban, serta menjaga kemampuan pengemudi mengendalikan roda belakang. Secara matematis, jumlah torsi mesin dan motor dapat melebihi angka tersebut, tetapi keduanya mencapai puncak pada kondisi berbeda.
Baterai Dibuat untuk Kepadatan Daya Tinggi
Motor listrik memperoleh energi dari baterai lithium ion bertegangan tinggi yang ditempatkan di belakang kabin. Paket tersebut terdiri atas 324 sel dan bekerja pada tegangan sekitar 535 volt.
Kapasitas energinya jauh lebih kecil daripada baterai mobil listrik modern. McLaren lebih mengutamakan kemampuan melepas dan menerima daya dengan cepat daripada jarak perjalanan yang panjang.
Paket baterai mempunyai bobot sekitar 96 kilogram. Penempatannya dekat pusat kendaraan membantu menjaga distribusi massa dan mengurangi perubahan perilaku ketika mobil berbelok.
Baterai dilengkapi sistem pendinginan cairan. Temperatur perlu dijaga karena pelepasan energi dalam jumlah besar dapat menghasilkan panas.
Sel bekerja dalam kelompok yang terus dipantau oleh Battery Management System. Komputer mengawasi tegangan, temperatur, tingkat pengisian, dan keseimbangan setiap bagian.
Jika temperatur atau tegangan keluar dari batas aman, sistem dapat mengurangi tenaga listrik. Perlindungan ini mencegah baterai menerima beban yang melampaui kemampuannya.
Pengisian Dapat Dilakukan dari Mesin dan Sumber Listrik
McLaren P1 termasuk plug in hybrid sehingga baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Pengisian penuh membutuhkan sekitar dua jam dengan peralatan yang sesuai.
Kabel pengisian terhubung ke kendaraan melalui port khusus. Sistem kemudian mengatur arus agar sel menerima energi dalam batas aman.
Baterai juga dapat diisi melalui mesin bensin. Mode Charge menggunakan mesin untuk menjalankan generator dan meningkatkan kapasitas baterai selama kendaraan bergerak.
Cara tersebut berguna sebelum memasuki kawasan yang membutuhkan mode listrik atau sebelum menggunakan P1 di sirkuit. Pengemudi dapat menjaga cadangan energi untuk bagian lintasan tertentu.
Pengisian dari mesin memakai bahan bakar sehingga tidak seefisien sambungan listrik. Fungsi utamanya adalah memberi fleksibilitas, bukan menjadi cara utama mengisi setiap hari.
Energi pengereman juga dapat dimanfaatkan oleh sistem. Namun, kalibrasinya mengutamakan konsistensi rasa pedal, mengingat P1 dirancang untuk memberikan pengereman yang mudah diperkirakan pada kecepatan tinggi.
Mode E Memungkinkan P1 Bergerak tanpa Mesin V8
P1 dapat bergerak hanya menggunakan motor listrik melalui E Mode. Mesin V8 akan tetap mati selama tingkat pengisian, kecepatan, dan kebutuhan tenaga masih sesuai.
Jarak listrik resmi berada di sekitar 10 sampai 11 kilometer berdasarkan metode pengujian Eropa pada masanya. Jarak sebenarnya dipengaruhi temperatur, kecepatan, kondisi baterai, dan penggunaan perangkat kabin.
Mode listrik sesuai ketika mobil keluar dari garasi, bergerak di kawasan hunian, atau memasuki area yang membutuhkan suara lebih rendah. Kemampuannya bukan ditujukan untuk perjalanan antarkota.
Motor tetap menyalurkan tenaga melalui transmisi menuju roda belakang. Perpindahan dapat berlangsung mengikuti kebutuhan kecepatan.
Ketika pengemudi meminta tenaga lebih besar atau kapasitas baterai turun, mesin V8 akan menyala. Proses tersebut dikendalikan secara elektronik agar transisi berjalan cepat.
Kehadiran mode listrik memperlihatkan bahwa sistem hybrid P1 mempunyai fungsi lebih luas daripada tombol peningkat tenaga. Mobil dapat memilih mesin bensin, motor listrik, atau perpaduan keduanya.
Transmisi Kopling Ganda Mengelola Dua Sumber Tenaga
P1 menggunakan Seamless Shift Gearbox tujuh percepatan dengan dua kopling. Transmisi tersebut menyalurkan tenaga gabungan menuju roda belakang.
Satu kopling menangani kelompok gigi ganjil, sedangkan kopling lain menangani gigi genap. Ketika satu gigi sedang digunakan, sistem dapat menyiapkan rasio berikutnya.
Pergantian berlangsung cepat karena transmisi tidak perlu mencari gigi dari awal. Komputer mengatur mesin, motor listrik, dan kopling agar perubahan tenaga tetap terkendali.
Dalam mode otomatis, perangkat lunak menentukan waktu perpindahan. Pengemudi juga dapat menggunakan paddle di belakang kemudi untuk memilih gigi.
Mode Normal memberikan pergantian yang lebih halus. Sport mempercepat respons, sedangkan Track mengutamakan waktu perpindahan serta kemampuan menjaga mesin pada wilayah tenaga.
Sistem Pre Cog memungkinkan pengemudi memberi tekanan awal pada paddle. Transmisi kemudian mempersiapkan perpindahan sebelum paddle ditarik penuh.
Dry Sump Menjamin Pasokan Pelumas saat Menikung
Mesin M838TQ memakai sistem pelumasan dry sump. Oli tidak disimpan dalam bak besar di bawah mesin, tetapi berada di reservoir terpisah.
Pompa mengalirkan pelumas menuju poros engkol, kepala silinder, turbocharger, serta komponen bergerak lain. Pompa tambahan menarik oli dari bagian bawah mesin dan mengembalikannya ke reservoir.
Sistem ini menjaga pasokan tetap stabil ketika mobil mengalami gaya lateral, pengereman, dan akselerasi tinggi. Pada bak oli biasa, cairan dapat berpindah menjauhi saluran pengisap saat kendaraan menikung keras.
Dry sump juga memungkinkan mesin dipasang lebih rendah. Tidak adanya bak besar membantu menurunkan pusat gravitasi serta tinggi keseluruhan kendaraan.
Pengukuran tingkat oli memerlukan prosedur tertentu. Mesin perlu berada pada kondisi dan temperatur sesuai petunjuk agar hasil pembacaan tidak keliru.
Pengisian berlebihan sama berbahayanya dengan kekurangan oli. Perawatan sebaiknya dilakukan teknisi yang memahami mesin McLaren serta prosedur sistem dry sump.
Pendinginan Menangani Mesin, Turbo, Baterai, dan Motor
P1 mempunyai kebutuhan pendinginan kompleks karena membawa dua sumber tenaga. Sistem harus mengelola panas mesin bensin, turbocharger, motor listrik, baterai, transmisi, serta perangkat elektronik.
Radiator dan saluran udara ditempatkan pada beberapa area bodi. Udara dari bagian depan dan samping diarahkan menuju penukar panas sebelum dilepaskan melalui jalur yang telah ditentukan.
Mesin memakai sirkuit cairan untuk menyerap panas dari blok serta kepala silinder. Turbocharger turut menerima pelumasan dan pendinginan agar bantalan serta rumah turbo tetap berada dalam batas kerja.
Baterai memerlukan rentang temperatur berbeda dari mesin. Karena itu, pengelolaan termalnya tidak dapat sepenuhnya disatukan dengan sirkuit mesin bensin.
Motor listrik dan inverter juga menghasilkan panas ketika menerima arus tinggi. Sistem pendinginan menjaga keluaran tenaga tetap konsisten selama digunakan secara intensif.
Setelah sesi cepat, kipas dapat terus bekerja untuk menurunkan temperatur. Pemilik tidak dianjurkan memutus sistem kelistrikan secara tiba tiba ketika kendaraan masih menjalankan proses pendinginan.
Active Dynamics Panel Mengubah Karakter Mesin
Pengemudi mengatur karakter P1 melalui Active Dynamics Panel di konsol tengah. Pengaturan powertrain dipisahkan dari handling sehingga kombinasi dapat disesuaikan.
Mode Normal cocok untuk perjalanan umum. Respons pedal, perpindahan gigi, serta kerja sistem hybrid dibuat lebih tenang.
Sport meningkatkan ketajaman throttle dan mempertahankan gigi lebih lama. Mesin lebih sering berada pada putaran yang siap menghasilkan tenaga.
Track memaksimalkan respons powertrain untuk penggunaan sirkuit. Transmisi berpindah lebih cepat dan sistem hybrid menjaga bantuan listrik tetap tersedia.
Race Mode membawa perubahan lebih besar. Kendaraan merendah sekitar 50 milimeter, kekakuan suspensi meningkat, dan sayap belakang bergerak menuju posisi aerodinamika yang lebih agresif.
Aktivasi Race Mode memerlukan beberapa detik karena tinggi suspensi dan bagian aerodinamika harus berubah. Sistem memastikan kendaraan berada pada keadaan yang tepat sebelum memberikan pengaturan penuh.
DRS Mengurangi Hambatan pada Jalan Lurus
McLaren P1 mempunyai Drag Reduction System yang dikendalikan melalui tombol pada kemudi. Fitur ini mengubah posisi sayap belakang untuk mengurangi hambatan udara.
Ketika DRS aktif, sudut sayap diperkecil sehingga udara dapat melewati bagian belakang dengan hambatan lebih rendah. Mobil kemudian lebih mudah menambah kecepatan pada jalan lurus.
Saat tombol dilepas atau pengemudi mengerem, sayap kembali ke posisi yang menghasilkan tekanan lebih besar. Sistem elektronik juga dapat menonaktifkan DRS apabila kondisi dinilai tidak sesuai.
DRS bekerja berdampingan dengan IPAS. Pengemudi dapat mengurangi hambatan melalui satu tombol dan menggunakan tenaga listrik melalui tombol lain.
Perpaduan tersebut menyerupai cara pembalap Formula 1 mengelola bantuan tenaga dan aerodinamika. Namun, kalibrasinya disesuaikan untuk kendaraan produksi.
Sayap juga berfungsi sebagai airbrake ketika mobil mengerem. Posisinya berubah untuk menambah hambatan serta membantu menjaga kestabilan belakang.
RaceActive Chassis Control Menahan Gerakan Bodi
Tenaga besar membutuhkan sasis yang dapat menjaga ban tetap bekerja. McLaren memasang RaceActive Chassis Control dengan jaringan hidraulis untuk menghubungkan kerja suspensi.
Sistem mengendalikan gerakan naik turun, kemiringan saat menikung, serta perubahan posisi ketika mobil berakselerasi atau mengerem.
Penggunaan jaringan hidraulis memungkinkan McLaren mengurangi ketergantungan pada batang stabilisator konvensional. Suspensi tetap dapat mengikuti permukaan sambil menahan gerakan bodi.
Dalam Race Mode, kekakuan meningkat secara signifikan. Kendaraan menjadi lebih responsif terhadap perubahan kemudi dan beban aerodinamika.
Ketinggian yang lebih rendah memperkecil jarak antara lantai dan permukaan. Pengaturan ini membantu diffuser serta saluran bawah bodi menghasilkan tekanan aerodinamika lebih kuat.
Race Mode hanya sesuai untuk lintasan rata. Polisi tidur, jalan berlubang, dan tanjakan curam dapat merusak splitter atau lantai jika kendaraan berada pada posisi terendah.
“P1 menunjukkan bahwa teknologi mesin tidak dapat dipisahkan dari sasis. Tenaga 916 PS hanya berguna ketika suspensi, aerodinamika, ban, rem, dan perangkat elektronik mampu mengelolanya.”
MonoCage Menjadi Rumah bagi Sistem Hybrid
Struktur utama P1 menggunakan MonoCage serat karbon. Monokok tersebut mencakup lantai, ruang penumpang, atap, struktur samping, serta jalur pemasukan udara.
Bobot MonoCage berada di sekitar 90 kilogram meskipun mempunyai kekakuan sangat tinggi. Serat karbon disusun mengikuti arah beban agar material digunakan secara efisien.
Mesin dipasang di belakang kabin dalam tata letak mesin tengah. Baterai ditempatkan rendah dan dekat pusat kendaraan untuk menjaga pembagian berat.
P1 mempunyai bobot kering sekitar 1.395 kilogram. Angka tersebut tergolong rendah untuk kendaraan yang membawa mesin V8, dua turbocharger, motor listrik, baterai, dan sistem pendinginan tambahan.
McLaren mengurangi material interior, memakai karpet ringan, serta menghilangkan sebagian lapisan peredam suara. Lapisan pernis serat karbon juga dibuat sangat tipis.
Kursi hanya berbobot sekitar 10,5 kilogram. Sandarannya diatur melalui proses khusus agar mekanisme berat tidak perlu dipasang pada setiap bagian.
Aerodinamika Aktif Membantu Menyalurkan Tenaga
Bentuk P1 menghasilkan tekanan ke bawah hingga sekitar 600 kilogram pada kecepatan tinggi. Nilai tersebut membantu ban mempertahankan cengkeraman ketika mesin dan motor memberikan tenaga.
Sayap belakang dapat naik hingga sekitar 120 milimeter dalam mode jalan dan bergerak lebih tinggi dalam pengaturan sirkuit. Sudutnya dapat berubah mengikuti kecepatan, pengereman, dan mode kendaraan.
Flap aktif di bagian depan membantu menyeimbangkan tekanan antara poros depan dan belakang. Jika hanya bagian belakang menghasilkan tekanan besar, kemudi dapat kehilangan ketajaman.
Lantai serta diffuser mengolah udara yang melewati bagian bawah. Saluran pada bodi juga memasok udara pendingin menuju mesin dan komponen hybrid.
Setiap lubang dirancang mempunyai fungsi. Bentuk lampu depan yang sangat tipis, misalnya, memberi ruang lebih luas bagi saluran pendinginan.
Aerodinamika turut memengaruhi kemampuan akselerasi. Pengaturan dengan tekanan besar meningkatkan cengkeraman, sedangkan DRS mengurangi hambatan saat mobil membutuhkan kecepatan pada jalan lurus.
Performa 916 PS Menempatkan P1 di Kelas Hypercar
McLaren P1 mampu mencapai 100 kilometer per jam dalam 2,8 detik. Akselerasi menuju 200 kilometer per jam membutuhkan 6,8 detik, sedangkan 300 kilometer per jam dicapai dalam sekitar 16,5 detik.
Kecepatan tertinggi dibatasi secara elektronik pada 350 kilometer per jam. Pembatasan membantu menjaga ban, sistem penggerak, dan perangkat aerodinamika dalam parameter yang telah diuji.
Akselerasi tinggi didukung kontrol peluncuran. Sistem mengatur putaran mesin, kopling, bantuan motor, dan kontrol traksi agar roda belakang tidak membuang tenaga.
Ban Pirelli P Zero Corsa dikembangkan khusus untuk kendaraan ini. Campuran kompon, konstruksi, dan ukurannya disesuaikan dengan bobot serta tenaga P1.
Rem karbon keramik dikembangkan bersama Akebono. Material cakram menggunakan komposisi khusus yang mampu menghadapi temperatur tinggi serta menghasilkan gesekan kuat.
Pengereman dari 300 kilometer per jam hingga berhenti membutuhkan sekitar 6,2 detik dengan jarak kurang lebih 246 meter dalam kondisi pengujian McLaren.
Perawatan Sistem Hybrid Memerlukan Pemeriksaan Menyeluruh
Usia seluruh unit McLaren P1 kini telah melewati sepuluh tahun. Pemeriksaan kendaraan tidak cukup hanya melihat jarak tempuh serta kondisi mesin bensin.
Kesehatan baterai perlu dinilai melalui perangkat diagnostik. Teknisi memeriksa kapasitas tersisa, keseimbangan sel, temperatur, catatan kesalahan, dan kemampuan melepas daya.
Sistem pendinginan baterai serta motor harus terbebas dari kebocoran. Selang, pompa, katup, radiator, dan penukar panas dapat mengalami penuaan.
Mesin V8 membutuhkan pemeriksaan oli, cairan pendingin, turbocharger, sabuk, segel, serta sistem pemasukan. Suara ketika mesin dingin dan setelah mencapai temperatur kerja juga perlu diperhatikan.
Transmisi kopling ganda diperiksa dalam kecepatan rendah, akselerasi, mundur, serta perpindahan manual. Hentakan tidak wajar atau peringatan pada panel memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Sistem hidraulis suspensi, mekanisme sayap, aktuator DRS, rem, dan struktur karbon sama pentingnya. Satu gangguan dapat memengaruhi cara kendaraan menggunakan tenaga.
P1 yang jarang dikendarai tetap membutuhkan perawatan berkala. Cairan, baterai tegangan tinggi, aki 12 volt, ban, dan segel dapat menurun kondisinya meskipun jarak tempuh tidak bertambah.





